Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 85655868145

Email

pba@iainmadura.ac.id

Algoritma kesepian: mengapa kita merasa sendirian di tengah keramaian digital?

  • Diposting Oleh Admin Web PBA
  • Senin, 11 Mei 2026
  • Dilihat 86 Kali
Bagikan ke

 Oleh: Nila Ayu Veronica

(Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab semester IV)

kemajuan teknologi informasi di zaman sekarang ini semakin pesat, semua  informasi yg jauh bukan hanya dari sabang sampai merauke namun seluruh dunia dapat kita akses dalam genggaman tangan, namun ironisnya kemajuan teknologi informasi inilah yg menciptakan “paradoks koneksi” apa sih paradoks koneksi itu?, paradoks koneksi  merupakan sebuah fenomena sosiologis di mana seseorang merasa dirinya paling kesepian justru di saat mereka secara teknis paling terhubung dengan dunia luar melalui teknologi. sederhananya begini semakin banyak teman di dunia maya, namun semakin sedikit teman yang bisa diajak duduk di dunia nyata untuk berbagi cerita.

Dunia kita semakin mengecil, kesepian tersebut muncul karena kita sudah tidak merasa tertarik dengan dunia nyata, namun justru kita semakin tertarik dengan konten-konten dunia maya yang entah kebenarannya itu valid atau tidak, kita semakin nyaman berada di zona nyaman kita, nyaman scrolling sampe lupa sudah berapa jam telah kita habiskan sia-sia. kita mulai menukar deep talk dengan double tap. rasa kesepian itu muncul ketika kita sadar bahwa 3000 pengikut tidak ada satupun yg bisa diajak untuk bertukar cerita.

semakin kita merasa tidak puas dan merasa tertinggal (FOMO), semakin lama juga kita menghabiskan waktu dengan layar gadget kita membuka aplikasi untuk mencari obatnya Algoritma memanfaatkan rasa haus akan pengakuan itu untuk menjaga kita tetap scrolling.

ibarat kita sedang sakit maka algoritma lah yang menjadi obatnya sebagai penenang sesaat.

kekosongan jiwa yang disebabkan oleh algoritma sebenarnya alquran telah menjawab , dalam alquran disebutkan bahwa: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal..." Surah Al-Hujurat ayat 13, Pesan Utamanya di Kata li-ta'arafu (agar saling mengenal) tidak akan terealisasikan jika seseorang menutup diri dan enggan berinteraksi sepenuhnya dari masyarakat. nah dari firman allah swt tsb telah jelas bahwa dalam hidup kita harus bersosial karna jika suatu saat kita sakit/kesusahan maka orang yang akan membantu kita bukan orang sering ngelike/komen story kita melainkan masyarakat yang rumahnya dekat dengan kita.

maka dari itu kita harus memaksa diri kita keluar dari si penjaga gerbang informasi (algoritma), pentingnya digital detox secara bertahap untuk menemukan kembali percakapan yg tidak terfilter dan tidak terduga, satu pelukan nyata jauh lebih berharga dari pada 10k likes di postingan anda. berinteraksi dengan manusia yg hangat jauh lebih  ampuh dan menyembuhkan batin yg kering dan sebagai penawar racun kesepian yang selama inj disuntikkan oleh algoritma.