Perkuat Kolaborasi Akademik, Prodi PBA UIN Madura dan PBA INSYA Bangkalan Teken IA serta Gelar FGD Pengembangan Kurikulum
- Diposting Oleh Admin Web PBA
- Senin, 13 Juli 2026
- Dilihat 14 Kali
PAMEKASAN – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus memperkuat jejaring akademik melalui kolaborasi antarperguruan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Implementation of Agreement (IA) bersama Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) Peninjauan dan Pengembangan Kurikulum PBA.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat lantai II UIN Madura pada Kamis (09/07/2026) tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus menyelaraskan pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan pendidikan tinggi dan dunia kerja.
FGD dihadiri oleh Kepala dan Sekretaris Program Studi PBA dari kedua perguruan tinggi, jajaran dosen, serta tim Unit Penjaminan Mutu (UPM) UIN Madura. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memastikan proses peninjauan kurikulum berjalan sesuai standar penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Ketua Program Studi PBA UIN Madura, Dr. Siti Maysaroh, Lc., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kolaborasi antar lembaga merupakan langkah penting untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan, khususnya pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Menurutnya, UIN Madura siap berbagi pengalaman serta mendukung pengembangan Prodi PBA INSYA melalui berbagai bentuk kerja sama akademik.
“Saya siap membantu dan memberikan apa pun yang dibutuhkan, mengingat saya juga pernah berkembang di INSYA di awal karir saya,” tutur Dr. Siti Maysaroh.
Sementara itu, Ketua Program Studi PBA INSYA Bangkalan, Hindun, M.Pd.I., mengapresiasi terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai penandatanganan IA dan pelaksanaan FGD menjadi momentum yang sangat baik untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat tata kelola program studi, serta meningkatkan kualitas pendidikan Bahasa Arab di kedua institusi.
“Ini adalah kegiatan yang sangat baik, di mana kita bisa bersinergi untuk saling menguatkan Prodi PBA. Dan tentu, kami mendapatkan banyak sekali ilmu serta wawasan baru melalui forum FGD ini,” ungkap Hindun.
Sebagai bagian dari penguatan substansi kurikulum, FGD menghadirkan Rosihan Aslihuddin, M.AB., CRA., CRP., Presiden Direktur Best-Q Institute, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Rosihan mengajak seluruh peserta menyamakan persepsi mengenai fondasi penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), mulai dari penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), hingga Tahap Pembelajaran (TP) atau Sub-CPMK.
“Untuk memahami kerangka struktur kurikulum, kita harus paham terlebih dahulu tentang CPL, CPMK, dan TP (Tahap Pembelajaran)/Sub-CPMK,” tegas Rosihan.
Selanjutnya, peserta bersama narasumber melakukan telaah terhadap draf kurikulum Program Studi PBA secara komprehensif. Pembahasan dimulai dari struktur dasar kurikulum hingga implementasi konsep OBE sebagai pendekatan yang menitikberatkan pada capaian pembelajaran dan kompetensi lulusan.
Melalui forum ini, kedua program studi berharap terbangun kurikulum yang lebih relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan. Selain memperkuat implementasi OBE, kolaborasi antara Prodi PBA UIN Madura dan Prodi PBA INSYA Bangkalan diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan Bahasa Arab serta menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global. (Nihayah)