Zona nyaman vs zona berkembang: Nyalakan padamnya semangat gen Z
- Diposting Oleh Admin Web PBA
- Sabtu, 4 April 2026
- Dilihat 75 Kali
Oleh: Warosatil Jannah
(Mahasiswa PBA Semester II)
Pamekasan - Sabtu, 04/04/2026 - Generasi Z (gen z) adalah generasi yang lahir antara tahun 1997-2012. Ini adalah privilege generasi sosial pertama yang tumbuh bersamaan dengan meleknya akses internet/ digitalisasi sejak usia muda.
Namun di era yang serba instan, muncullah fenomena yang cukup mengkhawatirkan. Yakni, padamnya semangat belajar dan berkembang generasi zaman sekarang (Gen Z)
Tanpa dorongan yang kuat untuk mencoba hal baru, rutinitas berjalan tanpa arah hingga "stuck" begitu saja. Akhirnya problematik beberapa orang belum bisa memahami potensi diri, management waktu, rasa takut, bahkan kurangnya rasa percaya diri untuk menghadapi sebuah tantangan yang dihadapi.
Fenomena padamnya semangat berkembang dikalangan gen z bukan berarti minusnya kemampuan generasi, melainkan kurangnya minat tujuan, dan banyaknya generasi yang terjebak dopamin distraksi digitalisasi. Zona nyaman memang menyenangkan, tetapi akan berdampak penyesalan. Sebaliknya, zona berkembang mungkin terasa sulit, tetapi dari sinilah potensi diri dapat kita rasakan.
Keluar dari zona nyaman bukan berarti langsung melakukan hal yang besar, karena perubahan efektif dimulai dari langkah yang kecil. Kita terapkan dulu dengan tantang diri secara bertahap, tentukan tujuan, cari lingkungan yang mendorong, lalu apresiasi progres diri agar tetap terus bersinergi.
Dalam kutipan kitab kifayatul atqiya' karya Sayyid abu bakar bin Muhammad syatha Ad-Dimyathi:
" من رام درا للسفينة يركب# ويغوص بحرا ثم درا حصلا"
Bahwasannya, "Barang siapa yang menginginkan permata dia harus naik perahu dan menyelam ke laut, kemudian permata dia akan dapatkan". Yang artinya, ketika kita ingin terhadap suatu hal, maka jemputlah hal tersebut hingga kita benar-benar merasakan arti payah dan pengorbanan yang sangat berarti. Disinilah diri kita berperang diantara zona nyaman vs zona berkembang.
Kini pilihan ada ditangan kita, apakah kita akan terus terjebak pada zona nyaman atau bahkan sebaliknya kita berani melangkah untuk menuju zona yang lebih berkembang??
So, you're the author of your choices, and the master of your control. (Ocha)