Religiusitas mahasiswa: Mahasiswa sibuk, ibadah terlupakan?
- Diposting Oleh Admin Web PBA
- Senin, 13 April 2026
- Dilihat 58 Kali
Oleh: Siti Kina'ah
(Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab semester II)
Dalam dunia perkuliahan, tugas sudah menjadi hal yang biasa, tugas numpuk, dikejar deadline, itu adalah hal yang sangat lumrah di kalangan mahasiswa, jangankan yang sudah berada di semester atas, yang masih semester 2 pun sudah merasakan hal seperti itu, karena tugas itu bisa dikatakan sudah menjadi makanan sehari hari.
Tugas yang diberikan dosen kepada kita, tidak boleh sampai ditinggalkan, karena tugas itu merupakan suatu tanggung jawab kita yang harus kita selesaikan. Kalau tidak bagaimana? Resikonya sangat besar, bisa jadi kita tidak lulus di salah satu mata kuliah dikarenakan kita tidak mengerjakan tugas tersebut. Nah, disaat kita sedang sibuk sibuknya mengerjakan tugas, dikejar deadline, efeknya bisa membuat kita merasa sangat capek, dan ketika kita sudah kecapean, maka kemungkinan besar akan timbul rasa malas beribadah (sholat dan sebagainya).
Di lain sisi, bukan hanya tugas yang menjadi alasan kita malas beribadah, tapi ketika kita mengikuti organisasi dan kita tidak tau cara mengatasi masalah tersebut. Sebelum mengikuti organisasi, kita harus berpikir secara matang terlebih dahulu, apakah sanggup dengan tanggung jawab dan tantangan yang akan diterima? dan bagaimana cara mengatasi rasa malas beribadah disaat sedang sibuk-sibuknya?
Kita harus memiliki prinsip bahwa ibadah itu nomer 1 daripada hal lainnya, kalau kita sudah memiliki prinsip tersebut, sesibuk apapun kita pasti meluangkan waktu untuk beribadah. Allah berfirman dalam QS Adz Dzariyat ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْن
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku".
Dari ayat ini kita mendapat penjelasan bahwa begitu pentingnya beribadah. dalam mengerjakan tugas, jangan sampai merasa itu adalah beban, tapi jadikan niat yang baik dalam melakukan nya, karena untuk mencapai prestasi akademik harus diiringi dengan ibadah. Mengapa dalam mengerjakan tugas harus diniatkan ibadah? supaya rasa lelah kita tidak terbuang sia-sia dan tergantikan oleh pahala.
Ibadah memiliki peran yang sangat penting dalam dunia akademik, karena belajar diiringi dengan ibadah yang Istiqomah itu bisa membuat pikiran, hati, dan jiwa kita merasa lebih tenang. Tidak hanya itu, ibadah juga bisa mengontrol pikiran kita disaat kita stress dan overthinking dalam mengerjakan tugas, dan ibadah dapat menjauhkan kita dari rasa sombong ketika kita sudah mendapat suatu prestasi/kemenangan.
Memiliki rasa religiusitas yang tinggi merupakan suatu keberuntungan bagi seorang mahasiswa, karena pada dasarnya semangat spiritualitas menjadi pondasi yang begitu kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dalam dunia perkuliahan. Ketika kita memiliki semangat spiritualitas, sesibuk apapun itu, kita pasti tau caranya bagaimana menyeimbangkan antara tanggung jawab spiritual dan akademik kita sendiri. Konsistensi untuk menyempatkan beribadah disela sela kesibukan, merupakan suatu usaha untuk membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, sangat beruntung apabila seorang mahasiswa memiliki rasa religiusitas yang tinggi, karena dia tidak hanya memikirkan kesibukan dijangka pendeknya saja (duniawi), tetapi juga mampu mengarahkan dirinya sendiri menuju kesuksesan akhirat dengan Fauzan 'adziima (kemenangan besar) tempat abadi kita. Masih beratkah ibadah ditengah perjuangan belajar kita?! Semoga kita selalu dalam hidayah dan maunahNya. amiin.