Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 85655868145

Email

pba@iainmadura.ac.id

Revolusi Pendidikan Berbasis Tauhid: Visi Prof. Dr. H. Achmad Muhlis, S.Ag., M.A Menuju Pendidikan Berkualitas dan Terjangkau

  • Diposting Oleh Admin Web PBA
  • Minggu, 15 Maret 2026
  • Dilihat 137 Kali
Bagikan ke

Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, sosok pendidik tidak hanya dituntut memiliki kapasitas akademik yang mumpuni, tetapi juga visi yang kuat dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing. Komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas sekaligus dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat menjadi salah satu kebutuhan penting dalam membentuk generasi masa depan yang berilmu, berakhlak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Semangat tersebut tercermin dalam diri Prof. Dr. H. Achmad Muhlis, S.Ag., M.A., seorang akademisi sekaligus Ketua Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Madura yang dikenal aktif mengembangkan gagasan pendidikan berbasis nilai-nilai tauhid.

Melalui kiprah akademik serta perannya dalam membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan berbasis pesantren modern, beliau terus berupaya menghadirkan model pendidikan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman dalam satu kerangka pendidikan yang utuh.

Perjalanan hidup beliau tidak terlepas dari lingkungan keluarga yang memiliki tradisi pendidikan agama yang kuat. Sejak usia dini, beliau telah terbiasa dengan budaya belajar yang menekankan kedisiplinan, membaca, menghafal, dan menulis sebagai bagian penting dalam proses pembentukan intelektual. 

Pada masa pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah, beliau telah mempelajari serta menghafal berbagai kitab klasik dan hadits, di antaranya Alfiyah, Amtsilatut Tashrif, Safinatun Najah, Sullamut Taufiq, Hadits Arba’in, hingga berbagai kumpulan hadis lainnya. Tradisi keilmuan yang menekankan proses membaca, menghafal, dan menulis tersebut membentuk fondasi pemikiran beliau dalam memahami pentingnya kedalaman ilmu, ketekunan belajar, serta pembentukan karakter dalam dunia pendidikan.

Secara akademik, Dosen Bahasa Arab itu menempuh pendidikan tinggi dengan latar belakang keilmuan yang kuat dan beragam. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel. Ketertarikannya pada Bahasa Arab kemudian membawanya melanjutkan studi Magister (S2) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Selanjutnya beliau menempuh pendidikan Doktor (S3) pada bidang Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Muhammadiyah Malang untuk memperluas perspektif keilmuan serta memahami dinamika sosial yang memengaruhi perkembangan pendidikan. Pilihan bidang doktoral yang berbeda dari latar belakang studi sebelumnya merupakan bagian dari upayanya untuk melihat pendidikan tidak hanya dari sudut pandang keilmuan agama, tetapi juga dari perspektif sosial politik yang lebih luas.

Dalam kiprahnya di bidang pendidikan, Pak Muhlis-sapaan beliau- dikenal sebagai penggagas lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren modern melalui pendirian Islamic Boarding School Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK), sebuah lembaga pendidikan Islam yang dirancang untuk menghadirkan sistem pembelajaran modern dengan biaya yang lebih terjangkau, namun tetap memiliki fasilitas dan standar pendidikan yang tinggi. 

Sebagai bagian dari pengembangan sistem pendidikan di lembaga tersebut, Pak Muhlis memperkenalkan konsep kurikulum Al-Muwahhid, yaitu pendekatan pendidikan yang menempatkan tauhid sebagai pusat integrasi seluruh disiplin ilmu. Melalui konsep ini, berbagai bidang ilmu, baik ilmu keislaman maupun ilmu pengetahuan modern, dipahami sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi dan bermuara pada pemahaman tentang keesaan Allah.

Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya untuk menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains yang selama ini sering dipandang terpisah dalam sistem pendidikan. Di samping pengembangan kurikulum, lembaga pendidikan yang diprakarsainya juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pembelajaran modern untuk mendukung proses belajar yang lebih efektif dan inovatif. Fasilitas tersebut antara lain ruangan ber-AC, penggunaan Smart TV di setiap kelas, sistem pembelajaran digital, program one student one laptop, papan digital berbasis layar sentuh, jaringan internet yang aktif selama dua puluh empat jam, serta lebih dari 40 kamera dalam sembilan jenis. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus mendukung pengembangan kemampuan peserta didik dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global.

IBS PKMKK ini dirancang sebagai institusi pendidikan yang mampu menghadirkan kualitas pembelajaran yang baik dengan fasilitas yang memadai, sekaligus tetap memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat. Gagasan tersebut lahir dari pengalaman pribadi atas keprihatinannya terhadap tingginya biaya pendidikan yang sering kali menjadi penghalang bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.

“Lahirnya IBS PKMKK yang  sederhana dengan bayarannya, perangkatnya yang istimewa, karena saya berangkat dari kemiskinan yang saya alami. Jangan sampai orang miskin tidak punya akses ke  lembaga pendidikan yang bagus, fasilitas memadai, dan target kompetensi yang jelas,” tuturnya. 

Pak  Muhlis berpandangan bahwa pendidikan seharusnya tidak menjadi ruang eksklusif bagi kelompok tertentu, melainkan harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. 

“Lembaga pendidikan mahal itu sebenarnya termasuk kategori perundungan simbolik,” tegasnya.

Melalui berbagai pemikiran dan inisiatif yang ia lakukan, Pak Muhlis terus berupaya mengembangkan model pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar nilai-nilai keislaman yang fundamental. Baginya, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan individu yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki integritas moral, kedalaman spiritual, serta kemampuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dedikasinya dalam bidang pendidikan mencerminkan komitmen yang kuat untuk menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga adil, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan manusia yang berilmu dan berakhlak. (Siti Nurrodia)